CTT vs IRT: Mana yang Lebih Akurat dalam Menilai Hasil SKD 2026?

paling diincar

CTT vs IRT: Mana yang Lebih Akurat dalam Menilai Hasil SKD 2026?

CTT vs IRT: Mana yang Lebih Akurat dalam Menilai Hasil SKD 2026?Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) merupakan tahapan penting dalam proses seleksi Sekolah Kedinasan dan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan informasi pada laman Dikdin BKN, SKD dilaksanakan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN untuk menjamin proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel. Dalam konteks tersebut, akurasi penilaian hasil tes menjadi hal yang sangat penting.

Untuk menilai hasil SKD secara ilmiah, dikenal dua pendekatan utama dalam pengukuran tes, yaitu Classical Test Theory (CTT) dan Item Response Theory (IRT). Keduanya digunakan untuk mengevaluasi kualitas soal dan ketepatan skor peserta, tetapi memiliki cara kerja yang berbeda.

Baca juga : Jangan Abaikan! 2 Hal Penting dalam SKD CPNS yang Sering Dianggap Sepele

Memahami CTT dengan Cara Sederhana

Classical Test Theory atau CTT adalah pendekatan yang paling lama digunakan dalam evaluasi tes. Dalam CTT, skor peserta dianggap sebagai gabungan dari kemampuan sebenarnya dan kesalahan pengukuran. Analisis biasanya berfokus pada skor total peserta.

Melalui CTT, peneliti dapat mengetahui:

  • Tingkat kesulitan soal
  • Daya pembeda soal
  • Reliabilitas tes secara keseluruhan

Pendekatan ini relatif mudah diterapkan dan sering digunakan dalam evaluasi awal soal SKD. Namun, hasil analisis CTT sangat bergantung pada kelompok peserta yang mengikuti tes. Artinya, kualitas soal bisa terlihat berbeda jika diuji pada kelompok yang berbeda pula.

Bedah 6 Indikator Penilaian Biar Kamu Nggak Salah Strategi!Mengenal IRT sebagai Pendekatan yang Lebih Mendalam

Item Response Theory atau IRT hadir sebagai pendekatan yang lebih modern. IRT tidak hanya melihat skor total, tetapi juga menganalisis setiap butir soal secara terpisah. Dalam IRT, kemampuan peserta dan karakteristik soal dimodelkan secara matematis.

IRT mampu memberikan informasi seperti:

  • Tingkat kesulitan setiap soal
  • Kemampuan soal membedakan peserta
  • Ketepatan pengukuran kemampuan pada berbagai tingkat kemampuan peserta

Karena SKD CAT BKN diikuti oleh banyak peserta dengan latar belakang kemampuan yang beragam, pendekatan IRT sangat relevan untuk menghasilkan pengukuran yang lebih stabil dan akurat.

Perbedaan Akurasi Pengukuran antara CTT dan IRT

Perbedaan utama antara CTT dan IRT terletak pada tingkat ketelitian analisisnya.

CTT memberikan gambaran umum yang cukup baik tentang kualitas tes, tetapi kurang mampu menjelaskan bagaimana setiap soal bekerja pada peserta dengan kemampuan berbeda. Sebaliknya, IRT mampu menunjukkan soal mana yang benar-benar efektif mengukur kompetensi peserta dan pada tingkat kemampuan tertentu.

Dalam konteks SKD yang bertujuan menyeleksi peserta secara adil dan objektif, IRT cenderung memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat karena:

  • Tidak terlalu bergantung pada kelompok peserta
  • Memberikan informasi detail per butir soal
  • Lebih sesuai untuk ujian berskala besar seperti SKD berbasis CAT BKN

CTT dan IRT memiliki peran masing-masing dalam analisis hasil SKD. CTT cocok digunakan untuk evaluasi awal dan pemahaman dasar kualitas tes. Namun, jika tujuan penilaian adalah memperoleh gambaran kemampuan peserta secara lebih tepat dan mendalam, terutama dalam seleksi nasional seperti SKD CAT BKN, maka IRT menawarkan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Dengan demikian, penggunaan IRT dapat menjadi pendukung penting dalam upaya BKN menjaga kualitas, objektivitas, dan kredibilitas pelaksanaan SKD sebagaimana tujuan yang tercermin dalam sistem seleksi pada laman Dikdin BKN.

nilai SKD berbeda di setiap formasi

Leave a Reply